Pencarian Dihentikan, 16 Awak KM Lintas Timur yang Hilang Tenggelam Belum Ditemukan

60
WhatsApp Image 2019-06-10 at 17.04.20
OPERASI pencarian terhadap para awak Kapal Motor Lintas Timur yang tenggelam di antara Perairan Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah dan Taliabu, Maluku Utara dihentikan, Senin (10/6/2019). FOTO: BASARNAS

SultengTerkini.Com, BANGGAI– Operasi pencarian terhadap para awak Kapal Motor (KM) Lintas Timur yang tenggelam di antara Perairan Banggai Kepulauan (Bangkep), Sulawesi Tengah dan Taliabu, Maluku Utara telah memasuki hari ketujuh atau hari terakhir.

“Hasil pencarian hari ini nihil,” kata Humas Basarnas Palu, Fatmawati saat dikonfirmasi SultengTerkini.Com, Senin (10/6/2019).

Ia mengatakan, dari hasil rapat evaluasi Basarnas bersama unsur TNI, Polri diputuskan bahwa operasi pencarian berakhir dan dilanjutkan dengan pemantauan.

Namun menurutnya, apabila di kemudian hari ditemukan tanda-tanda, maka operasi SAR akan dibuka kembali.

Fatmawati mengatakan, tim SAR gabungan yang diturunkan pada Senin mulai pagi hingga sore tadi terdiri dari dua regu.

Mereka melaksanakan penyisiran sepanjang garis Pantai Toili-Batui, Basiano-Kembani, dan sekitar Teluk Arjuna dengan menggunakan satu Sea Rider Basarnas (KN Bhisma), satu Rubber Boat Basarnas, dan satu Rubber Boat Polair Banggai.

KM Lintas Timur tenggelam dengan jumlah awak 18 orang, dua orang diantaranya tidak masuk dalam manifes. Satu dari 18 awak kapal itu ditemukan dalam keadaan selamat.

Kemudian satu orang lagi diduga kuat adalah awak KM Lintas Timur, ditemukan tewas oleh nelayan pada Sabtu (8/6/2019) pagi di Perairan Desa Bolubung, Kecamatan Bulagi Utara, Bangkep dengan titik koordinat S 01.12.419 E 123.13.369. Sementara 16 orang lagi hingga kini belum ditemukan.

Kapal kargo KM Lintas Timur dengan berat 1.720 GT dan panjang 80,10 meter yang membawa muatan semen 3.000 lebih sak tersebut berangkat dari Pelabuhan Bitung, Sulawesi Utara pada 28 Mei lalu dengan tujuan Pelabuhan Morowali, Sulawesi Tengah.

Diperkirakan kapal itu tenggelam pada 1 Juni 2019 di sekitar Perairan Bangkep dan Taliabu, Maluku Utara. CAL

Silakan komentar disini...
loading...