Peduli Dunia Pendidikan, ACT Kembali Bangun Madrasah di Palu

152
WhatsApp Image 2019-06-22 at 14.15.43
PIHAK Aksi Cepat Tanggap membangun Madrasah Tsanawiyah Nurul Hasana di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sabtu (22/6/2019). FOTO: CHANDRA

SultengTerkini.Com, PALU– Pascagempa bumi, tsunami serta likuefaksi yang melanda Kota Palu, Kabupaten Sigi, dan Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) pada 28 September 2018 silam tidak hanya menimbulkan ribuan korban jiwa, namun juga merusak pemukiman warga termasuk fasilitas umum seperti sekolah.

Pantauan dari tim Aksi Cepat Tanggap (ACT) Sulteng, hingga kini masih terdapat sejumlah sekolah yang masih menggunakan bangunan sementara untuk kegiatan belajar mengajar.

Kepala Cabang ACT Sulteng, Nurmarjani Loulembah mengemukakan, pascabencana pihaknya tidak hanya fokus menyalurkan bantuan paket pangan kepada penyintas, namun juga fokus di dunia pendidikan dengan membangun sejumlah sekolah atau madrasah.

“Kami berharap pascagempa para siswa bisa lebih nyaman belajar di bangunan permanen dan tidak lagi belajar di tenda maupun bangunan sementara,” kata Nurmarjani.

ACT kembali membangun Madrasah Tsanawiyah (MTs) Nurul Hasana di Kelurahan Duyu, Kota Palu, Sabtu (22/6/2019). Pembangunan sekolah ini, ACT berkolaborasi dengan  PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI).

Koordinator Tukang Sukarelawan ACT, Domo menargetkan pembangunan enam lokal MTs Nurul Hasanah ini akan berlangsung hingga dua bulan kedepan. Sementara pekerja yang dilibatkan sebanyak 40 orang.

“Seperti pengalaman kami sebelumnya di Kabupaten Sigi, pembangunan sekolah itu memakan waktu  kurang lebih dua bulan,” katanya.

Sementara itu, Ketua Yayasan Nurul Hasana, Ustaz Yunus Hasan mengatakan, gempa yang terjadi 28 September 2018 silam merusak sembilan lokal ruangan sekolah.

“Karena sembilan lokal ruangan kelas rusak, sehingga kami melakukan aktivitas belajar mengajar di bangunan sementara yang dibantu oleh salah satu lembaga,” katanya.

Yunus Hasan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan ACT selama pascabencana, termasuk membangun sekolah mereka.

Dimasa recovery saat ini ACT tidak hanya membangun sekolah swasta maupun negeri, namun juga membangun sejumlah tempat ibadah, baik bangunan sementara maupun permanen.

Selain itu, ACT juga telah menjalankan sejumlah program termasuk pemberdayaan ekonomi warga, seperti usaha bawang goreng di Kabupaten Sigi. CAN

Silakan komentar disini...
loading...