Driver Grab Palu Keluhkan Turunnya Insentif

37
WhatsApp Image 2019-07-08 at 21.58.57
KERICUHAN antara pihak manajemen Grab Palu dengan beberapa driver Grab sebelum dilerai antarsesama driver, Senin (8/7/2019). FOTO: MOHAMMAD

SultengTerkini.Com, PALU- Puluhan driver Grab Palu mengeluhkan kebijakan manajemen Grab yang menurunkan dana insentif para driver.

Keluhan itu pun tersampaikan saat mendatangi kantor Grab Palu di Jalan Sam Ratulangi, Kota Palu, Senin (8/7/2019).

Pembina Komunitas Patriot Mitra Grab Palu, Rudy mengatakan, kebijakan pihak manajemen Grab Palu sudah diluar batas kewajaran.

Pasalnya, tingginya beban pengantaran tidak sesuai dengan insentif yang didapatkan para driver.

“Bayangkan, sudah tinggi beban kerja, insentif makin menurun. Tidak pikirkah bagaimana kami berjuang mengantar penumpang,” katanya saat berdialog dengan Penanggung Jawab Grab Palu.

Dampak dari kebijakan itu, 750 anggota Grab di Palu mengalami penurunan pendapatan hingga 60 persen setiap harinya. Bahkan pendapatan per bulan juga ikut turun drastis.

Menurut Rudy, kebijakan sebelumnya setiap driver dapat menerima pemasukan dari insentif Rp 3.000 sampai Rp 4.000 setiap harinya untuk sekali pengantaran.

Sedangkan dalam aturan baru, insentif per orang hanya mencapai Rp 1.250 setiap satu kali pengantaran.

“Pengaturan seperti ini, kami tidak pernah dilibatkan. Seakan-akan dipasang sebagai tameng untuk setiap masalah dilapangan,” jelasnya.

Penurunan pendapatan dari insentif per hari berdampak pada pendapatan per bulannya. Menurut Rudi, pendapatan sebulan khusus insentif sendiri sebelumnya mencapai Rp 2.550.000.

Namun sekarang menurun hanya Rp 600 ribu sampai Rp 800 ribu.

Bahkan, beban pengantaran dari 22 menjadi 27 dinilai tidak sesuai dengan insentif yang diberikan. Mestinya semakin tinggi beban pengantaran menyesuaikan dengan insentif yang didapatkan.

“Setiap kami menanyakan kenapa, selalu alasannya kebijakan Grab Pusat. Kami tidak pernah dikonsultasikan soal ini,” katanya.

Sementara itu, Penanggung Jawab Grab Palu, Ismail C Hakim meluruskan kebijakan penurunan insentif tersebut merupakan kebijakan Grab Pusat di Jakarta.

Sementara Grab Palu tak mampu berbuat banyak.

“Kalau memang para mitra mau mengganti manajemen Grab Palu, silahkan mengajukan surat ke Grab Pusat. Yang pasti kami tidak bisa berbuat banyak soal turunnya insentif driver,’ tegasnya. MAD

Silakan komentar disini...
loading...