Polda Sulteng Tetapkan Dua Tersangka Kasus Ribuan Tabung Gas Palsu

66
photo6141210785947429121
RIBUAN tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram yang diduga palsu disita aparat Polda Sulawesi Tengah. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sulawesi Tengah (Sulteng) akhirnya menetapkan tersangka kasus ribuan tabung gas elpiji ukuran 3 kilogram (kg) yang diduga palsu.

“Iya sudah ada tersangkanya, dua orang,” kata Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto saat dihubungi SultengTerkini.Com, Kamis (11/7/2019).

Didik mengatakan, dua orang tersangka yang ditetapkan itu adalah berinisial Ry dan Im, keduanya adalah pemilik sekaligus penjual tabung gas tersebut.

Penetapan dua tersangka itu dilakukan berdasarkan hasil gelar perkara pada 5 Juli 2019.

Dalam kasus itu, penyidik telah memeriksa sebanyak 17 saksi, dua diantaranya saksi ahli dari Lembaga Perlindungan Konsumen dan Badan Standarisasi Nasional di Jakarta.

Ia mengungkapkan, ribuan tabung gas itu disita karena tidak sesuai ketentuan undang-undang (UU) berdasarkan hasil cacat gores atau pengelasan, uji tarik, uji lengkung, dan ketebalan cat.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Ry dan Im saat ini belum ditahan karena pemeriksaannya belum tuntas.

“Masih akan diperiksa kembali sebagai tersangka pada Rabu pekan depan,” kata Didik.

Atas perbuatannya, kedua tersangka melanggar UU Nomor 20 Tahun 2004 tentang Standarisasi dan Kesesuaian serta UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Sebelumnya diberitakan, penyidik Polda Sulteng menyita sebanyak 3.547 tabung gas berukuran 3 kilogram dalam keadaan kosong.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng Kombes Polisi Arief Agus Marwan saat ditemui SultengTerkini.Com di mapolda setempat, Kamis (16/5/2019) mengatakan, pengungkapan kasus ini berawal dari adanya pasar murah yang dilaksanakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Palu pada Sabtu (11/5/2019) sekira jam 12.30 Wita.

Saat itu petugas Subdit I Indag Direktorat Reskrimsus Polda Sulteng mendapatkan informasi dari pihak sales elpiji Pertamina Palu bahwa telah ditemukan beredarnya tabung gas elpiji 3 kg warna melon yang tidak sesuai dengan standar atau SNI.

Setelah menerima informasi tersebut, polisi yang dipimpin Direktur Reskrimsus Polda Sulteng segera mengecek tempat usaha milik Im alias Ib di Jalan RE Martadinata, Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu.

Hasilnya, polisi menemukan ribuan tabung gas elpiji warna melon dalam keadaan kosong di sebuah gudang.

“Ini membahayakan konsumen karena mulai dari bahan dan jenis logamnya itu tidak sesuai dengan aturan, belum lagi ukuran, spesifikasi dan pengelasan tabung gas juga tidak sesuai SNI,” tutur orang pertama di Direktorat Reskrimsus Polda Sulteng itu.

“Dari keterangan si pemilik, yang bersangkutan sudah menjalankan usaha ini sekitar setahun. Untuk izin usaha tidak ada dan bahkan tidak memiliki surat kerjasama atau semacamnya dengan Pertamina terkait dengan usahanya tersebut,” katanya.

Untuk kepentingan penyidikan, ribuan tabung gas palsu itu disita di Mapolda Sulteng sebagai barang bukti. CAL

Silakan komentar disini...
loading...