Bupati Poso Buka Rakor Bakesbangpol Jelang Pilkada Serentak 2020 di Sulteng

17
WhatsApp Image 2019-07-13 at 16.24.43
BUPATI Poso Darmin Agustinus Sigilipu membuka Rakor dan Sinkronisasi Program/Kegiatan Bakesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah dengan kabupaten/kota di Kabupaten Poso di Pantai Siuri, Sabtu (13/7/2019). FOTO: HUMAS

SultengTerkini.Com, POSO– Pesta demokrasi secara nasional yaitu pemilihan presiden dan wakil presiden baru saja selesai. Selanjutnya di tahun 2020 kembali akan diperhadapkan dengan pesta demokrasi secara serentak, yaitu pemilihan kepala daerah di seluruh Indonesia, termasuk di Sulawesi Tengah (Sulteng).

Sebanyak tujuh kabupaten di Sulteng akan melaksanakan pilkada, dimana banyak kepentingan politik yang akan ditawarkan kepada masyarakat, namun pemerintah daerah diminta untuk tetap waspada agar kepentingan politik itu tidak menyebabkan konflik atau perpecahan di tengah-tengah masyarakat.

Pada era globalisasi dan keterbukaan, dimana batas-batas negara semakin kabur serta adanya semangat reformasi yang berlebihan yang dapat menimbulkan kerawanan sosial dan disintegrasi bangsa, maka dipandang perlu adanya pemahaman dan pendalaman empat pilar kebangsaan yang kedepannya diharapkan dapat menjaga keutuhan bangsa melalui semangat/jiwa persatuan dan kesatuan.

Opini ini muncul pada Rapat Koordinasi (rakor) dan Sinkronisasi Program/Kegiatan Badan Kesatuan Bangsa Politik (Bakesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan kabupaten/kota di Kabupaten Poso tahun anggaran 2019 bertempat di Pantai Siuri, Sabtu (13/7/2019).

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Bupati Poso Kolonel Marinir (Purn) Darmin Agustinus Sigilipu atas nama Gubernur Sulteng Longki Djanggola.

Kegiatan itu dihadiri oleh Kaban Kesbangpol Sulteng, Kaban Kesbangpol Kabupaten Poso, Kaban dan Sekretaris bersama Kasubag-Kasubag Program Kesbangpol kabupaten/kota se Sulteng.

Acara ini diisi materi Sinkronisasi Pembangunan Bidang Kewenangan Kesbangpol Provinsi dan Kabupaten/Kota; Penguatan Kewenangan Kesbangpol melalui Komunikasi Lintas Sektor serta beberapa isu-isu hangat lainnya yang akan dibahas dalam rangka menyamakan persepsi Kesbangpol antara Pemprov dan kabupaten/kota se Sulteng.

Bupati Darmin saat membacakan sambutan Gubernur Longki menegaskan, perlunya menyamakan persepsi, menjaring dan menampung ide-ide untuk meminimalisir terjadinya konflik kepentingan pada pesta demokrasi.

“Karena itu saya meminta dan mengingatkan kepada kita semua agar dapat membantu menjaga kondusifitas dan stabilitas daerah mengoptimalkan peran deteksi dini melalui koordinasi antar instansi terkait, sehingga hal-hal yang dapat mengganggu adanya pesta demokrasi tersebut dapat diminimalisir,” ungkap Bupati Darmin.

Ia juga menambahkan, dengan melibatkan semua pihak, maka penguatan melalui sinergitas dan sinkronisasi program/kegiatan dalam rangka peningkatan pemahaman terhadap penyelenggaraan pemerintahan umum, ideologi dan wawasan kebangsaan, peningkatan kewaspadaan dan terpeliharanya ketahanan ekonomi, seni budaya kemasyarakatan dan agama serta meningkatnya pendidikan politik di kalangan masyarakat, dapat mewujudkan kondusifitas daerah dan integritas nasional.

Sesaat sebelum membacakan sambutan Gubernur, Bupati Darmin sebagai tuan rumah kabupaten menyampaikan selamat datang kepada peserta Rakor seraya memperkenalkan salam dari Kabupaten Poso dengan menjelaskan arti kata “Maroso” yang menurutnya lagi mungkin nantinya dapat menjadi acuan dalam rakor ini, sehingga dapat menghasilkan program-program yang membawa pada persatuan dan kesatuan bangsa.

Selain itu Ia juga memperkenalkan tentang “Salam Cerdas” yang saat ini menjadi simbol dari masyarakat Kabupaten Poso.

Dimana kata Cerdas, selain memiliki pengertian lain dari kepanjangan yang ada (Ceria, Elok, Ramah, Damai, Adil dan Sejahtera), kata ini juga merupakan ajakan atau seruan bagi masyarakat Kabupaten Poso untuk dapat berpikir, bertutur kata serta berperilaku cerdas dalam kehidupannya sehari-hari.

Kegiatan yang awalnya didaftarkan akan diikuti oleh 65 orang peserta yang terdiri dari pejabat eselon II, III dan IV kabupaten/kota se Sulteng ini ternyata saat dilakukan pendataan kembali sebelum acara pembukaan dimulai ditemukan bertambah hingga hampir mencapai 200 orang.

Menurut I Wayan Yudhana dalam laporan panitianya menyatakan bahwa hal ini terjadi dikarenakan adanya daya tarik dari pesona Kabupaten Poso yang menyediakan lokasi pertemuan tepat di pinggiran Danau Poso atau lebih tepatnya Pantai Siuri yang memiliki keunikan “Pasir Kuning” di sepanjang lokasi kegiatan berlangsung. CAL

Silakan komentar disini...
loading...