Dimakamkan di TPU Nagrog, Ipda Zasmi Diaz Dipastikan Bunuh Diri

791
DUA anggota brimob berjaga-jaga di depan jenazah Ipda Zasmi Diaz di rumah duka di Jalan Ice Skating, Arcamanik, Kota Bandung, Jawa Barat, Selasa (4/4/2017). FOTO: TRIBUNJABAR.COM

SultengTerkini.Com, BANDUNG– Mendiang Ipda Zasmi Diaz, anggota Satgas Operasi Tinombala yang tewas dengan luka tembakan di kepalanya pada Senin (3/4/2017) dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Nagrog Ujungberung, Kota Bandung, Selasa (4/4/2017).

Sebelum dimakamkan, jenazah Zasmi tiba di kediamannya Jalan Ice Skating No 6, Perum Arcamanik Endah, Kota Bandung Selasa pukul 09.00 WIB dengan pengawalan dari petugas Brimob Sat II Pelopor.

“Saya dapat informasi dari temannya yang berada di Bandung. Sementara ibunya, mendapat informasi dari Polsek Arcamanik,” ujar ayah kandung Zasmi, Nana Laksana saat ditemui di kediamannya, Selasa.

Nana menuturkan sebelum mendapat kabar tersebut, ibu kandung Zasmi, Atin sempat melakukan kontak dengan anak kesayangannya yang meminta didoakan agar selamat ketika pulang ke Bandung.

“Di situ jawabnya tidak panjang lebar seperti yang seperlunya doakan Diaz mau pulang jam 4 sampai di Bandung,” ujar Nana.

Bahkan rencananya, keluarga Diaz panggilan akrabnya akan dijemput oleh pihak keluarga ke Jakarta. Namun, pesan singkat yang sempat diterimanya jadi pesan terakhir dari anak pertama dari dua bersaudara tersebut.

“Rencananya memang mau dijemput ke Jakarta oleh ibunya,” kata dia.

Di kediaman almarhum, sejumlah pelayat dan anggota polisi terus berdatangan ke rumah duka. Tampak karangan bunga dari Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Komandan Korps Brimob Polri dijajakan.

Kapolrestabes Bandung Kombes Pol Hendro Pandowo pun mendatangi rumah mendiang dengan memberikan penghormatan terakhir pada jenazah lulusan akademi polisi tahun 2015 tersebut.

KATA KAPOLDA SULTENG
Sementara itu, Kapolda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Polisi Rudy Sufahriadi mengatakan, pihaknya saat tengah mendalami penyebab pasti kematian Ipda Diaz yang ditemukan tewas tertembak di kepala dengan senjatanya sendiri.

“Tidak ada satupun rekannya yang melihat peristiwa ini,” ujar mantan Kapolres Poso itu kepada sejumlah wartawan di ruang Rupatama Mapolda Sulteng, Selasa (4/4/2017).

Rudy belum mau menyimpulkan apakah Diaz sengaja menembakkan dirinya dengan pistol dinasnya atau insiden itu kecelakaan.
Karena menurutnya, sudah enam bulan almarhum bertugas sebagai pasukan di Operasi Tinombala di Kabupaten Poso dan dikenal sangat disipilin.

DIPASTIKAN BUNUH DIRI
Secara terpisah, Korps Brimob Mabes Polri memastikan penyebab kematian Ipda Zasmi Diaz yang ditemukan tewas bersimbah darah di sebuah masjid di Donggala, Sulawesi Tengah, Senin (3/4/2017) sore, adalah karena bunuh diri.

“Korban tewas karena bunuh diri,” kata Komandan Pasukan Pelopor (Danpaspol) Korps Brimob Mabes Polri, Brigjen Pol Abdul Rakhman Baso di rumah duka di Jalan Ice Skating, Arcamanik, Kota Bandung, Selasa (4/4/2017).

Menurut Baso, korban tewas bunuh diri dengan menembakan senjata api miliknya ke arah rahangnya sendiri. Sebelum ditemukan tewas, Diaz baru mengikuti operasi Tinombala di Poso, Sulawesi Tengah.

Meski korban tewas bunuh diri, Baso belum bersedia menyebutkan motif Diaz melakukan perbuatan nekat tersebut. Yang jelas, kata Baso, tim internal masih menyelidiki kasus ini.

“Motifnya masih dalam penyelidikan. Namun saya pastikan tidak ada konflik di internal brimob. Korban sendiri merupakan prajurit yang baik. Ini takdir Allah, kami sangat berduka,” ujar Baso.

Ipda Zasmi Diaz merupakan komandan pleton kompi II, Yon B Resimen II Kedung Halang, Korps Brimob Polri yang menjadi bantuan kendali operasi (BKO) ke Satuan Tugas Operasi Tinombala 2017 di Poso.

Tugasnya selesai pada awal April 2017 dan siap kembali ke Jakarta.

Namun, Zasmi ditemukan tewas di samping masjid SPN Labuan Panimba akibat luka tembakan di kepalanya dari senjatanya sendiri. (ANT/TRB/HAL)

Silakan komentar disini...