Warga Poso Mulai Rasakan Manfaat Beroperasinya PT SJA II

645
AKTIVITAS sejumlah warga saat memanen sawit dalam pola kemitraan bersama PT SJA II di Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. FOTO: FAIZ

SultengTerkini.Com, POSO– Sejumlah warga Desa Petiro di Kecamatan Pamona Timur, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah akhirnya merasakan benar akan manfaat keberadaan PT Sawit Jaya Abadi (SJA) II yang beroperasi di wilayahnya.

Setelah sekian tahun akhirnya saat ini mereka dapat merasakan keuntungan luar biasa setelah tanaman sawit yang mereka tanam berdasarkan kemitraaan dengan pihak perusahaan mulai menghasilkan secara ekonomis setelah dilakukan panen perdana.

Seperti pengakuan Simon, warga Desa Petiro ini menyatakan suka citanya dengan hadirnya PT SJA II Poso, khususnya di Kecamatan Pamona Timur.

Awalnya ketika dirinya menanam sawit, banyak warga yang sinis mempertanyakannya, mulai dari kelapa sawit yang ditanam, kemudian mau dijual kemana, serta berbagai pertanyaan semuanya meragukan keberhasilan akan usahanya.

“Namun sejalan dengan waktu, saat tanaman sawit saya tumbuh, PT SJA II mulai beroperasi dengan melakukan penanaman sawit serta saat ini telah berdiri pabrik CPO di wilayah ini, tanaman kami juga panen perdana dan langsung dibeli oleh pihak pabrik dan saat ini kami dapat memenuhi ekonomi keluarga dari dari panen sawit yang kami tanam,” ujar Simon kepada SultengTerkini.Com, Jumat (28/4/2017).

Simon mengatakan, dari lima hektar sawit yang ditanam, saat ini sudah 240 pohon yang sudah menghasilkan buah sawit, dengan berat rata-rata 15 kilogram per pohon.

“Hasil tersebut langsung kami jual ke pabrik CPO milik PT SJA II,” katanya.

Selain itu, menurut warga lainnya, mereka mendapat pola kemitraan yang diberikan pihak PT SJA II seperti pinjaman bibit tanpa bunga dan diangsur setelah panen dengan cara dicicil 30 persen dari hasil jual buah sawit yang dijual ke pihak pabrik.

Dari pola kemitraan ini, pihak perusahaan sering mendatangkan penyuluh.

Bahkan warga yang menanam secara mandiri pun mendapat bimbingan dari penyuluh dari pihak perusahaan.

Simon menambahkan, mobil yang dimilikinya juga mendapat angkutan buah sawit dari hasil panen warga, sehingga dirinya mendapat tambahan pendapatan dari upah angkutan buah sawit yang dibawa ke pabrik.

Sementara itu, CDO PT SJA II, Ofier Paat kepada media ini menuturkan, baik petani sawit yang melaksanakan pola kemitraan dengan perusahaan maupun yang mandiri, akan tetap mendapat dukungan penuh dari pihak perusahaannya untuk terus mengembangkan usahanya dalam mengelola tanaman sawit.

“Ini sudah menjadi komitmen perusahaan kami dalam meningkatkan kesejahteraan warga,” katanya. FAI

Silakan komentar disini...