80 Orang Tewas, Kedutaan Prancis Rusak Akibat Bom di Kabul

269
LEDAKAN bom di Kabul memicu kerusakan pada mobil-mobil di jalanan. FOTO: REUTERS

SultengTerkini.Com, KABUL– Ledakan bom mobil di kawasan diplomatik Kabul, Afghanistan memicu kerusakan pada beberapa gedung, termasuk Kedutaan Besar (Kedubes) Prancis dan Jerman. Sedangkan korban tewas akibat ledakan, sejauh ini telah berjumlah 80 orang.

Seperti dilansir Reuters, Rabu (31/5/2017), ledakan bom terjadi di dekat pintu masuk Kedubes Jerman yang pengamanannya ketat dan jalanannya biasanya dipadati kendaraan pada pagi hari. Ledakan dilaporkan terjadi pada Rabu (31/5) pagi, sekitar pukul 08.25 waktu setempat.
“Itu merupakan bom mobil di dekat Kedutaan Besar Jerman, tapi ada beberapa gedung dan kantor penting lainnya di sana. Sulit dipastikan apa target sebenarnya,” juru bicara Kepolisian Kabul, Basir Mujahid.

Ledakan ini memecahkan kaca jendela dan menggetarkan pintu rumah maupun bangunan yang berjarak ratusan meter dari lokasi ledakan. Otoritas setempat menyebut ledakan ini sangat kuat. Sedangkan beberapa laporan menyebut, ledakan dipicu bom yang ‘disembunyikan’ di dalam tangki air.

Seorang pejabat kesehatan Afghanistan menyatakan, sedikitnya 80 orang tewas dan lebih dari 350 orang lainnya luka-luka. Sebagian besar korban dilaporkan merupakan warga sipil Afghanistan. Sejauh ini belum ada laporan korban tewas dari kalangan diplomatik asing.

Namun demikian, gedung Kedubes Jerman, Prancis dan China dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan ini. “Terjadi sejumlah kerusakan material di Kedutaan Prancis, begitu pula di Kedutaan Jerman,” tutur Menteri Prancis untuk Urusan Eropa, Marille de Sarnez, kepada radio Europe 1.

Video dari lokasi kejadian menunjukkan puing bekas ledakan yang masih diselimuti asap berserakan di mana-mana, tembok roboh akibat ledakan dan mobil-mobil di tengah jalan hancur akibat ledakan.

Belum ada kelompok maupun pihak tertentu yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom ini. Namun selama ini, kelompok Taliban dan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) terus melancarkan serangan teror di wilayah Afghanistan. (sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...