Belum Surut, Banjir Tolitoli Kembali Renggut Satu Nyawa Warga

1385
SEJUMLAH warga mengungsi akibat banjir bandang yang menerjang empat kecamatan yakni Kecamatan Baolan, Dako Pamean, Galang, dan Lampasio di wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah. Banjir bandang itu kembali menelan korban jiwa. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Banjir bandang yang menerjang empat kecamatan yakni Kecamatan Baolan, Dako Pamean, Galang, dan Lampasio di wilayah Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah kembali menelan korban jiwa.

Kali ini seorang warga di Kecamatan Lampasio ditemukan tewas akibat banjir yang menerjang di wilayah tersebut.

Kapolres Tolitoli AKBP Muhammad Iqbal Alqudusy kepada SultengTerkini.Com, Senin (5/6/2017) mengatakan, seorang warga yang ditemukan meninggal dunia itu bernama Kadek Sila Darma (20), warga Desa Tinading.

Menurutnya, Kadek Sila ditemukan meninggal dunia pada Minggu (4/6/2017) siang sekitar pukul 13.00 Wita.

Ia mengatakan lambatnya laporan masuk dikarenakan jaringan komunikasi yang terputus akibat banjir dan longsor di wilayah Lampasio.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban Kadek Sila pada Minggu pagi jam 08.00 Wita menggunakan rakit mencari bebek bersama tiga orang rekannya.

Setelah mendapatkan dua bebek, rekannya pulang, sedangkan korban tidak mau pulang dan masih mau mencari bebek lagi.

Kemudian korban ditinggal oleh rekannya.

Namun seorang rekan korban ketinggalan senapan anginnya, sehingga kembali ke lokasi sebelumnya dan didapati rakit yang digunakan korban terapung, namun korban tidak terlihat.

Kemudian rekannya melapor ke pihak keluarga dan keluarga melaporkan kejadian tersebut pada pihak Polsek Lampasio lalu segera mencari korban.

Setelah dilakukan pencarian, korban akhirnya ditemukan oleh Kapolsek Lampasio sekitar jam 13.00 Wita dalam keadaan tenggelam di kedalaman tiga meter dan sudah meninggal dunia.

Saat ini kata Kapolres Iqbal, seluruh desa di Kecamatan Lampasio dilaporkan banjir mulai dari 3 Juni hingga saat ini.

“Banjir belum surut dan air tidak bergerak, banyak rumah tenggelam. Listrik tiga hari mati, signal (telepon seluler) juga mati,” kata mantan Kasubdit Registrasi dan Identifikasi Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng itu.

Ia menambahkan, dari banjir di Lampasio juga dilaporkan sebanyak enam ekor sapi mati dan babi yang tidak terhitung jumlahnya lepas dari kandang dan lari.

“Kerugian materi belum dapat ditentukan,” tutur Kapolres Iqbal sembari mengungkapkan bahwa Polsek Lampasio terisolir, mau ke kota tanah longsor di Pangi, dan mau arah ke Palu banjir setinggi dada orang dewasa di tanggul Desa Tinading. CAL

Silakan komentar disini...