Deklarator #2019GantiPresiden Sindir Jokowi Soal Kalajengking

145
ganti
DEKLARASI relawan nasional #2019GantiPresiden. FOTO: AUDREY-DETIKCOM

SultengTerkini.Com, JAKARTA- Mardani Ali Sera mengatakan #2019GantiPresiden merupakan gerakan bersama. Tokoh gerakan ini adalah relawan.
“Gerakan ini sering ditanya siapa tokohnya? Bukan Mardani Ali, bukan Neno Warisman, tokoh gerakan ini adalah teman-teman relawan #2019Ganti Presiden,” kata deklarator relawan nasional #2019GantiPresiden Mardani Ali Sera saat berorasi di depan massa di sekitar Patung Kuda, Thamrin, Jakarta Pusat, Ahad (6/5/2018).

Mardani menjelaskan gerakan ini konstitusional. Sebab, setiap orang punya hak berserikat dan berkumpul.

“Izinkan saya sampaikan beberapa hal, gerakan ini legal sah dan konstitusional. Konstitusi kita mengatakan setiap orang berhak berkumpul berserikat, ini adalah hak dasar kita walaupun pemerintah berusaha membungkam dengan Perppu Ormas kita berusaha melawannya,” ujarnya.

Mardani mengatakan gerakan #2019GantiPresiden untuk pendidikan politik. Mardani juga menyinggung pernyataan Presiden Jokowi soal Kalajengking.

“Kita ingin melakukan pendidikan politik. Cukup sudah pencitraan, pembohongan, cukup sudah upaya membodohi masyarakat. Masyarakat disuruh ternak kalajengking. Masyarakat disuruh masuk gorong-gorong. Apa itu cerdas? 2019? Ganti presiden,” ujarnya.

Menurut Mardani, baik buruknya negeri tergantung kualitas presiden. Dia menuturkan saatnya menyatakan 2019 ganti presiden.

“Ada presiden sibuk naik chopper. Dengan ini rakyat akan tahu siapa presiden yang akan bekerja benar atau bekerja-bekerjaan,” tuturnya.

Selain itu, Mardani juga mengapresiasi kepolisian yang mengamankan deklarasi #2019GantiPresiden. “Kita ucapkan terima kasih kepada Pak polisi. Mereka insyaallah sama kayak kita 2019 ganti presiden,” ucapnya.

Soal Kalajengking ini diucapkan Jokowi saat Musrenbangnas dalam rangka penyusunan RKP 2019. Sebenarnya, Jokowi membahas harga komoditas yang punya nilai tinggi. Di antara komoditas bernilai tinggi itu dia menyebut cairan racun kalajengking, yang harga tiap liter mencapai ratusan miliar rupiah.

“Ada fakta yang menarik, yang saya dapat dari informasi yang saya baca, komoditas yang paling mahal di dunia adalah racun scorpion, racun dari kalajengking. Harganya USD 10,5 juta, artinya Rp 145 miliar per liter. Jadi kalau mau kaya, cari racun kalajengking,” kata Jokowi di Hotel Grand Sahid, Jakarta, Senin (30/4).

(sumber.detik.com)

Silakan komentar disini...