Arab Saudi Serang Istana Kepresidenan Yaman, 6 Orang Tewas

138
yaman
BANGUNAN istana Kepresidenan hancur setelah dibom melalui serangan udara koalisi militer Arab Saudi. FOTO: REUTERS/KHALED ABDULLAH

SultengTerkini.Com, SANAA– Pesawat tempur koalisi militer Arab Saudi mengebom istana kepresidenan Yaman di pusat Ibu Kota Sanaa yang dikuasai pemberontak Houthi. Dalam peristiwa itu, 6 orang dilaporkan meninggal dunia.
Seorang Juru Bicara dari koalisi militer, Kolonel Turki al-Malki membenarkan adanya peristiwa itu. Ia menyebut pimpinan Houthi merupakan target utama.

“Pimpinan pertama dan kedua Houthi ditargetkan,” kata Kolonel Turki al-Malki, tanpa membenarkan adanya korban, dilansir Reuters, Selasa (8/5/2018).

Kantor berita SABA melaporkan dua serangan udara merusak istana, rumah dan area bisnis di sekitar distrik Tahrir yang ada di pusat kota.

Sky News Arabia seperti dilansir Reuters juga melaporkan, dua pemimpin Houthi termasuk Mohammed Ali al-Houthi dan kepala komite revolusioner tertinggi kelompok tersebut berada di dalam istana saat kejadian. Namun tidak ada kabar tentang kondisi keduanya.

Stasiun televisi yang dikelola Houthi, Al Masirah mengatakan sedikitnya enam orang terbunuh dan lebih dari 30 orang terluka dalam insiden itu. Berdasarkan foto dan tayangan televisi yang beredar menunjukan sebuah bangunan hancur menjadi tumpukan beton dan batang-batang besi yang bengkok.

Sebelumnya koalisi militer Arab Saudi melakukan serangan udara di Sanaa, Yaman menewaskan puluhan pemberontak Houthi pada (27/4). Setidaknya dua komandan Houthi termasuk di antara mereka yang tewas.

Stasiun televisi Arab Saudi, Al-Ekhbariya melaporkan seperti dilansir kantor berita AFP, Sabtu (28/4/2018), dua petinggi Houthi termasuk di antara lebih dari 50 milisi Houthi yang tewas dalam serangan udara di Sanaa pada Jumat (27/4) malam waktu setempat. Tidak disebutkan lebih detail mengenai serangan udara tersebut.

Sejak Maret 2015, Saudi telah memimpin koalisi negara-negara Arab yang melancarkan serangan-serangan udara untuk memerangi pemberontak Houthi di Yaman. Hampir 10 ribu orang dilaporkan telah tewas akibat konflik di Yaman, yang oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) disebut sebagai krisis kemanusiaan terparah di dunia.

(sumber: detik.com)

Silakan komentar disini...