Jelang Puasa, Harga Daging dan Telur Ayam di Palu Naik

243
WhatsApp Image 2018-05-15 at 18.16.52
KETUA Tim Satgas Pangan Sulawesi Tengah Kombes Polisi Arief Agus Marwan (pakai kemeja biru) saat meninjau lokasi salah satu tempat penjualan daging dan telur ayam di Jalan Otista, Selasa (15/5/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Menjelang Bulan Suci Ramadhan 1439 Hijriah, Tim Satuan Tugas (Satgas) Pangan Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah pasar tradisional di Kota Palu, Selasa (15/5/2018).

Sidak diawali dari Pasar Tradisional Inpres Manonda kemudian berlanjut ke tempat penjualan daging ayam dan telur di Jalan Otista, lalu berakhir di Pasar Masomba.

Ketua Tim Satgas Pangan Sulteng Kombes Polisi Arief Agus Marwan mengatakan, sidak di sejumlah pasar tradisional guna mengecek pasokan sekaligus ingin mengetahui harga kebutuhan pokok yang ada di masyarakat.

Hal ini dilakukan sebagai langkah pencegahan dan antisipasi pedagang yang menaikkan harga kebutuhan pokok menjelang Bulan Suci Ramadan.

Dari hasil sidak tersebut, Satgas Pangan menemukan sejumlah kebutuhan pokok seperti telur dan daging ayam mengalami kenaikan, namun tim satgas pangan menilai hal itu masih relatif normal.

“Inspeksi mendadak ini dalam rangka memantau harga kebutuhan pokok, khususnya daging ayam, telur, dan bawang,” kata Arief Agus Marwan.

Ia mengatakan, pihaknya menerima informasi mengenai bawang impor asal India yang masuk ke Indonesia, tetapi sejauh ini tidak ditemukan di pasaran.

“Bawang yang dimaksud itu hanya di Jawa, kita tidak temukan disini. Kalau ada disini pasti kita tindak karena memang itu dilarang,” kata Arief Agus Marwan yang juga menjabat Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulteng itu.

Ia mengimbau kepada para pedagang agar tidak menimbun atau memonopoli bahan kebutuhan pokok karena itu termasuk pidana dan kalau ditemukan, maka akan diproses sesuai hukum yang berlaku.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulteng Arif Latjuba menambahkan, secara umum harga kebutuhan pokok di pasaran terpantau relatif stabil.

“Sejauh ini masih stabil, khususnya soal beras,” katanya.

Ia mengatakan, posisi harga untuk beras kelas medium masih di kisaran Rp9.000 per kilogram di bawah harga eceran tertinggi.

Kemudian beras kelas premium juga tidak melampaui harga Rp12.800, malah di bawah Rp11.000 dan ada juga Rp10.000 per kilogram.

“Alhamdulillah untuk minyak goreng dan gula pasir harganya masih stabil. Yang bergejolak itu daging ayam dan telur, itu saja,” katanya.

Untuk harga daging ayam itu masih di kisaran Rp50 ribu hingga Rp60 ribu.

Begitupun dengan harga telur juga mengalami kenaikan per rak yakni di kisaran Rp6.000.

Menurutnya, kenaikan harga dua kebutuhan pokok itu tidak hanya terjadi di Kota Palu saja, tetapi juga di daerah lainnya.

Soal ketersediaan bahan kebutuhan pokok, Arif mengaku masih mencukupi selama beberapa bulan kedepan.

“Kami minta juga kepada pedagang dan peternak tetap menjaga kestabilan harga di pasaran. Bahkan di bulan puasa ini mereka mengusahakan agar harga turun, insya Allah,” tuturnya.

Sidak ke sejumlah pasar tradisional yang dipimpin Asisten II Pemerintah Provinsi Sulteng Bunga Elim Somba mewakili Gubernur Longki Djanggola itu juga diikuti oleh pihak Bulog Sulteng. CAL

Silakan komentar disini...