Jelang Pileg 2019, Warga Jangan Terjebak Caleg Pengusaha yang Suka Nyumbang!

458
pemilu-ilustrasi
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, PALU– Menjelang Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2019 mendatang, sejumlah calon legislatif (caleg) berlatar belakang pengusaha di Sulawesi Tengah sudah mulai bermunculan.

Sejalan dengan itu, calon wakil rakyat dari pengusaha itu pun mulai turun ke masyarakat memberikan sumbangan, termasuk menebar janji-janji politiknya.

Mengenai hal ini, Pengamat Politik dari Universitas Tadulako Palu, Dr Darwis Msi berpendapat mestinya caleg dari pengusaha itu memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.

Menurutnya, yang dibutuhkan saat ini adalah bagaimana membangun kepercayaan publik terhadap berbagai figur.

Bukan soal bantuan itu dibagi-bagikan nanti menjelang Pileg kemudian selesai begitu saja, lalu tidak ada lagi imbasnya.

“Yang dibutuhkan adalah kualitas demokrasi melalui para elit, para pengusaha memberikan pencerahan politik melalui apa itu sebetulnya demokrasi, sejauhmana mereka terlibat, bagaimana dengan hak-hak politiknya, itu jauh lebih penting. Kalau begitu kondisinya, maka yang terjadi adalah kita mengajak masyarakat lebih pragmatis,” kata Darwis saat dihubungi SultengTerkini.Com, Rabu (16/5/2018).

Ia mengatakan, hal yang seperti itu yang harus digerus, sehingga kualitas demokrasi dan partisipasi politik di daerah ini jadi baik dan berkualitas.

Ia mengatakan, menjelang pileg, partai politik justru menggerus kualitas demokrasi karena masyarakat berpartisipasi dalam pesta demokrasi bukan karena melihat figur dan programnya yang baik tetapi lebih pada iming-iming atau janji-janjinya.

Ia pun mengakui sejauh ini sudah mulai tampak fenomena sejumlah caleg berlatar belakang pengusaha yang mulai menebar janji-janjinya kepada masyarakat.

Ia meminta kepada masyarakat jangan sampai memilih wakil rakyat karena iming-iming atau hal-hal transaksional, tetapi lebih pada program yang bagus dari kandidat bersangkutan untuk membangun daerahnya dan meningkatkan kesejahteraan masyarakatnya.

“Masyarakat jangan sampai terjebak oleh janji-janji yang hanya kepentingan sesaat dan pendek, karena hal itu tidak melahirkan kualitas pemimpin yang baik, tetapi justru melahirkan pemimpin pragmatis karena ada kepentingan disitu. Mari kita pilih figur pemimpin yang kita tokohkan pendekatan secara moralitas, pendekatan religius, dan integritas pribadi yang baik, jujur dan sebagainya,” tegas Darwis.

Ia menyarankan, jika memang caleg pengusaha itu berduit dan ingin membantu warganya, sebaiknya jangan hanya karena kepentingan sesaat menjelang pemilihan legislatif saja, tetapi harus secara kontinyu membantu masyarakat di wilayahnya seperti misalnya melalui sarana sosial panti asuhan.

“Jadi jangan sampai terjebak oleh orang-orang tertentu yang memiliki kepentingan pendek dengan memanfaatkan masyarakat menjelang pemilihan legislatif tahun 2019,” pungkas Darwis. CAL

Silakan komentar disini...