Dana Peserta MTQ Kontingen Tolitoli Diduga Disunat Panitia

1350
MTQ-660x330
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, TOLITOLI– Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Tingkat Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) yang dipusatkan di Kabupaten Morowali belum lama ini ternyata menyisakan masalah bagi para peserta asal Kabupaten Tolitoli.

Pasalnya, dana saku peserta tersebut diduga disunat panitia, dimana pemotongannya tidak sesuai dengan jumlah yang diterima dan tertera di kwitansi.

Pemotongan tersebut dikabarkan sepihak dan tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada peserta kontingen MTQ Kabupaten Tolitoli, sehingga para peserta langsung mempertanyakan pemotongan tersebut yang nilainya mencapai Rp1 juta per peserta.

“Saya heran yang kita tandatangani di kwitansi sebesar Rp2,2 juta, namun kenyataannya yang kami terima hanya Rp1,2 juta,” keluh salah satu peserta yang identitasnya minta tidak dipublikasikan SultengTerkini.Com, Jumat.

Menurutnya, pihak panitia dalam hal ini bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Tolitoli tidak menjelaskan pemotongan tersebut dan dana pemotongan itu digunakan untuk keperluan apa.

Secara terpisah, mantan Kabag Kesra Pemerintah Kabupaten Tolitoli Surya Maisar yang dikonfirmasi media ini menjelaskan, pihaknya melakukan pemotongan tersebut untuk pembayaran transportasi darat peserta berjumlah sekitar 80 orang, dimana setiap peserta dilakukan pemotongan Rp1 juta untuk perjalanan pergi pulang (PP).

“Akomodasi berupa transportasi yang kami potong tersebut sebenarnya dari awal sebelum keberangkatan dikarenakan lambatnya koordinasi dengan peserta, sehingga dana kami potong saat berada di Morowali jelas,” kata Surya Maisar saat ditemui SultengTerkini.Com, belum lama ini.

Ketika disinggung apakah pemotongan tersebut berindikasi terhadap pungutan liar, Kepala Bagian Otonomi Daerah yang baru dilantik tersebut mengatakan, pihaknya langsung melakukan koordinasi dengan Badan Keuangan Daerah Tolitoli, dan ternyata uang transportasi sekaligus uang saku melekat pada peserta, sehingga tidak dikatakan pungli.

Dimana untuk pembayaran uang transportasi tersebut langsung diajukan pembayaran dengan pihak PO Nurul Kiki dan salah satu pemilik rental yang kendaraannya digunakan saat berangkat menuju Kabupaten Morowali. SBR

Silakan komentar disini...