Dicopot dari Nasdem Poso, Frany Djaruu Hengkang ke Partai ini

414
20180619_172215
LETKOL (Purn) Frany Djaruu (keenam dari kanan) bersama Ketua DPD, Ketua Dewan Pembina serta Ketua Dewan Pakar Partai Berkarya Poso saat foto bersama di sekretariat DPD Partai Berkarya Poso, Selasa (19/6/2018) malam. FOTO: FAIZ

SultengTerkini.Com, POSO– Mantan kader Partai Nasdem sekaligus mantan Ketua DPD Partai Nasdem Kabupaten Poso, Frany Djaruu, pada Selasa 20 Juni 2018 kemarin resmi hengkang bergabung serta menjadi anggota partai yang didirikan oleh keluarga Cendana yakni Partai Berkarya.

Bergabungnya sosok mantan perwira militer sekaligus mantan calon Bupati Poso tersebut ke Partai Berkarya itu, tampak saat jajaran pengurus DPD Partai Berkarya Kabupaten Poso melaksanakan konferensi pers di sekretariat partai itu di Jalan Pulau Sabang, Kelurahan Kayamanya, Kecamatan Poso Kota.

Frany Djaruu yang didampingi Ketua DPD Partai Berkarya Poso, Andi Abdi serta Ketua Dewan Pembina Partai Berkarya Poso M Asmir Podungge kepada sejumlah jurnalis mengatakan, sejak awal sudah tertarik untuk bergabung bersama partai besutan Hutomo Mandala Putera ini.

Salah satu alasan dirinya tertarik untuk bergabung ke Partai Berkarya kata Frany, tidak lain karena partai ini dibangun serta dikelola dengan semangat kebersamaan dan kekeluargaan.

“Dengan landasan spirit ini, maka saya meyakini partai ini akan menjadi partai besar serta akan menjadi representatif dalam menyuarakan serta memperjuangkan hak-hak rakyat di negeri ini,” tutur Frany Djaruu.

Alasan lainnya sehingga dirinya tertarik untuk berada dalam barisan Partai Berkarya Poso adalah karena sistem pengelolaan administrasi Partai Berkarya ini, Ia nilai sudah sangat baik serta terpogram secara apik dan mampu mengikuti administrasi dengan perkembangan dunia teknologi informasi.

“Hal ini sudah saya lihat sejak pengurus Partai Berkarya berurusan dengan pihak penyelenggara, dalam hal ini pihak KPU Poso, dimana segala tuntutan persyaratan administrasi yang dibutuhkan pihak KPU dengan segera akan dipenuhi pihak pengurus partai. Padahal sebagai partai baru kemudian mampu mengikuti dinamika serta perkembangan, ini sesuatu yang perlu dibanggakan sehingga kedepan partai ini juga akan mampu dengan cepat menjawab seluruh harapan masyarakat melalui orang-orangnya yang duduk di kursi kekuasaan, baik mereka di eksekutif maupun di ruang-ruang legislatif,” katanya.

Sementara itu, Ketua DPD Partai Berkarya Kabupaten Poso, Andi Abdi pada kegiatan menyatakan, kalau partai yang dipimpinnya sangat welcome dengan bergabungnya sosok Frany Djaruu.

“Partai ini merupakan partai terbuka serta akan membuka ruang seluas-luasnya kepada siapa saja yang ingin bergabung tanpa memandang agama, golongan, suku maupun perbedaan perbedaan lainya,” jelas Andi Abdi.

Selain itu Andi Abdi mengatakan, jajaran DPD Partai Berkarya merasa mendapat tambahan amunisi dengan bergabungnya sosok Frany Djaruu dalam jaringan partai.

Hal ini diakui Andi Abdi, sosok Frany Djaruu adalah sosok serta tokoh yang baik dan berpengaruh luas di kalangan warga Poso.

Olehnya, kata Andi Abdi pihaknya rencana mengusung Frany Djaruu menjadi calon anggota legislatif tingkat Provinsi Sulawesi Tengah melalui Dapil V yang meliputi, Kabupaten Poso, Kabupaten Tojo Una-Una, Kabupaten Morowali serta Kabupaten Morowali Utara.

DICOPOT DARI NASDEM

Sementara itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Nasdem Sulawesi Tengah (Sulteng) mencopot Frany Djaruu dari jabatan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Nasdem Kabupaten Poso.

Sekretaris DPW Partai Nasdem Sulteng Muslimun mengemukakan kepada sejumlah jurnalis sesaat sedang melakukan perjalanan menuju Kabupaten Morowali, Senin (18/6).

Menurut Muslimun, pergantian Frany Djaruu untuk keperluan pemguatan konsolidasi politik yang akhir-akhir ini dinilai ketinggalan jika dibandingkan dengan konsolidasi politik di kabupaten lainnya Sulteng.

“Iya, konsolidasi di Kabupaten Poso sangat ketinggalan jika dibandingkan dengan konsolidasi politik di kabupaten lainnya di Sulawesi Tengah. Jika keputusan pergantian ini tidak segera diambil, di Kabupaten Poso Nasdem benar-benar tidak akan dapat apa-apa di pemilu 2019 mendatang,” urainya.

Qimunk, panggilan akrab Muslimun itu mengungkapkan usulan pergantian Frany Djaruu juga sudah disampaikan ke Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nasdem.

Saat dikonfirmasi siapa yang akan menggantikan Frany Djaruu dari posisi pimpinan, Muslimun masih enggan menyebut nama penggantinya.

“Kita tunggu saja Surat Keputusan dari DPP Partai Nasdem terkait pergantian ini,” tegasnya.

Beredar kabar di Kabupaten Poso bahwa Sonny Tandra disebut-sebut akan menggantikan posisi Frany Djaruu sebagai pimpinan partai penggagas Gerakan Perubahan Restorasi Indonesia itu. FAI/CAL

Silakan komentar disini...