Minta Oskar Paudi Dicopot, Puluhan Pengurus PAN di Palu Bakar KTA

930
WhatsApp Image 2018-07-03 at 14.53.30
PULUHAN dari ratusan pengurus PAN di Kota Palu, Sulawesi Tengah yang menyatakan mundur sebagai kader membakar kartu tanda anggota sebagai bentuk kekecewaannya terhadap elit DPW dan DPD PAN yang arogan dan tidak mumpuni dalam memimpin partai tersebut, Selasa (3/7/2018) pagi. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, PALU– Puluhan dari ratusan pengurus Partai Amanat Nasional (PAN) di Kota Palu, Sulawesi Tengah (Sulteng) yang menyatakan mundur sebagai kader membakar kartu tanda anggota (KTA) sebagai bentuk kekecewaan terhadap elit DPW dan DPD PAN yang arogan dan tidak mumpuni dalam memimpin partai tersebut, Selasa (3/7/2018) pagi.

Aksi pembakaran KTA itu dilakukan secara beramai-ramai di depan kantor Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulteng Jalan Hang Tuah.

Selain membakar KTA, massa yang mengatasnamakan dirinya Aliansi Kader PAN Kota Palu itu juga berorasi dan membagikan pernyataan sikapnya.

Dalam pernyataan sikapnya, massa yang dikoordinir Suryadi itu mendesak kepada pihak Dewan Pimpinan Pusat PAN segera mencopot Oskar R Paudi sebagai Ketua DPW PAN Sulteng.

Karena menurutnya, Oscar bertindak arogan, melanggar aturan dan mekanisme partai atas pencopotan tiga ketua DPD yaitu Ketua DPD PAN Palu, Ketua DPD Tolitoli, dan Ketua DPD Bangkep.

“Kami juga mendesak DPP PAN untuk mengambil alih PAN Kota Palu karena ketua plt, sekretaris, bendahara, dan POK telah gagal dan menyebabkan perpecahan antar kader,” teriak kader PAN.

Mereka juga mendesak DPP PAN untuk menonaktifkan elit partai DPW dan DPD PAN yang telah melawan dan tidak menjalankan putusan Mahkamah Partai tentang pergantian antar waktu Ratna Mayasari Agan kepada Wahyudin.

Sebelum ke kantor DPW PAN Sulteng, massa juga mendatangi kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Palu di Jalan Balaikota Selatan.

Di kantor KPU Palu, massa mencabut KTA yang menjadi dasar persyaratan partai untuk lolos sebagai peserta pemilu.

Selain itu, massa juga meminta KPU membatalkan nama-nama yang terdaftar sebagai pengurus PAN dari kecamatan hingga ranting karena telah ilegal nama tersebut, dimana mereka telah mundur sebagai kader dan pengurus partai tersebut.

Sebelumnya diberitakan, Irvan Dj Nouk, mantan Ketua DPD PAN Kota Palu menyatakan mundur sebagai keanggotaan atau kader partai besutan Amien Rais tersebut.

Pernyataan tegas Irvan itu disampaikan kepada sejumlah jurnalis di kediamannya Kelurahan Tondo, Kecamatan Mantikulore, Kota Palu, Ahad (1/7/2018) sore.

Situasi mundurnya Irvan beserta ratusan pengurus DPD PAN Kota Palu itu diklaim akan berpengaruh pada perolehan suara partai itu di Pemilu 2019 mendatang.

Mereka yang menyatakan mundur sebagai keanggotaan PAN diantaranya Irvan Dj Nouk, Ridwan Limonu (Ketua Bappilu PAN Kota Palu), Marwan (Wakil Ketua DPD PAN Kota Palu), Mohammad Yusuf Sunusi (Ketua DPC PAN Mantikulore).

Berikutnya ada Suryadi (Ketua DPC PAN Ulujadi), Irna Ponulele (Ketua DPC PAN Palu Utara), Arifin Aslam (Sekretaris DPC PAN Palu Utara), Adriyanto (Ketua DPC PAN Tatanga), dan Rosmiyati (Sekretaris DPC PAN Ulujadi).

Mundurnya mayoritas petinggi DPD dan DPC PAN tersebut karena melihat kondisi internal PAN Palu yang semakin memburuk, apalagi dengan tidak diakomodirnya para kader murni dalam komposisi calon legislatif.

Sementara itu, Ketua DPW PAN Sulteng Oskar Paudi saat dikonfirmasi jurnalis membantah dan malah mempertanyakan sikap arogan yang dialamatkan kepadanya.

Oskar mengaku jika dirinya justru ketua yang sangat egaliter. “Arogan bagaimana, mungkin saya ini ketua yang sangat egaliter, tidak ada ketua DPD 13 kabupaten/kota di Sulteng yang dekat sekali saya, kecuali Kota Palu. Saking dekatnya urusan DPD lainpun saya percayakan sama Kota Palu,” tulisnya.

Menurutnya, jika memang kepengurusannya tidak disenangi, dirinya pasrah dan menyerahkan sepenuhnya kepada DPP.

“Yang menilai DPW itu DPP dan yang menilai DPD itu DPW kan begitu jenjangnya,” katanya melalui WhatsApp.

Terkait ribuan suara yang bakal hilang dengan mundurnya beberapa DPC, Oskar tidak menjawab rinci. Namun dia menulis jika prestasi PAN Palu dengan raihan empat kursi adalah kerja keras pengurus sebelumnya.

“Empat kursi Kota Palu sekarang dan kehadiran eksekutif wawali itu masih kepengurusan Danawira, tidak ada sangkut paut dengan kepengurusan Irvan Cs,” pungkasnya. CAL

Silakan komentar disini...