Tingkat Ketimpangan Pengeluaran Penduduk di Sulteng Stagnan

182
WhatsApp Image 2018-07-16 at 15.06.55
KEPALA Bidang Statistik Sosial BPS Sulteng, Mohammad Wahyu Yulianto (ketiga dari kanan) saat menyampaikan rilis kepada sejumlah jurnalis di kantornya, Jalan Muhammad Yamin, Kota Palu, Senin (16/7/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Pihak Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) menyatakan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk di wilayahnya pada Maret 2018 yang diukur oleh Gini Ratio adalah sebesar 0,346.

Menurut Kepala Bidang Statistik Sosial BPS Sulteng, Mohammad Wahyu Yulianto, angka ini relatif stagnan jika dibandingkan dengan Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,345.

“Sementara itu jika dibandingkan dengan Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,355, angka tersebut turun sebesar 0,009 poin,” katanya kepada sejumlah jurnalis di kantor BPS Sulteng, Jalan Muhammad Yamin, Kota Palu, Senin (16/7/2018).

Ia mengatakan, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 sebesar 0,370, turun dibanding Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,379, tetapi naik dibanding Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,367.

Sementara di daerah perdesaan Gini Ratio pada Maret 2018 sebesar 0,307, turun dibanding Gini Ratio Maret 2017 yang sebesar 0,309 maupun dibanding Gini Ratio September 2017 yang sebesar 0,313.

Pada Maret 2018, distribusi pengeluaran pada  kelompok 40 persen terbawah adalah sebesar 19,54 persen.

Artinya kata Wahyu, pengeluaran penduduk masih berada pada kategori tingkat ketimpangan rendah. Jika dirinci menurut wilayah, tingkat ketimpangan baik di daerah perkotaan maupun di perdesaan berada pada kategori rendah.

Menurutnya, di perkotaan angkanya tercatat sebesar 17,44 persen, sementara untuk daerah perdesaan angkanya tercatat sebesar 21,53 persen.

Sementara itu, nilai Gini Ratio Sulteng selama periode September 2013-Maret 2018 terus mengalami fluktuasi dan mulai Maret 2015 hingga Maret 2018 nilainya cenderung menurun.

Kondisi ini menunjukkan bahwa selama periode Maret 2015-Maret 2018 terjadi perbaikan pemerataan pengeluaran di Sulteng.

Berdasarkan daerah tempat tinggal, Gini Ratio di daerah perkotaan pada Maret 2018 adalah sebesar 0,370 mengalami penurunan sebesar 0,009 poin dibanding Maret 2017 yang sebesar 0,379, tetapi naik sebesar 0,003 poin dari September 2017 yang sebesar 0,367.

Untuk daerah perdesaan, pada Maret 2018 Gini Ratio adalah sebesar 0,307 turun 0,002 poin dibanding Maret 2017 yang sebesar 0,309 serta turun 0,006 poin dibanding September 2017 yang sebesar 0,313.

Ia menyebutkan, beberapa faktor yang dapat berpengaruh terhadap tingkat ketimpangan pengeluaran selama periode September 2017-Maret 2018 diantaranya adalah berdasarkan data Susenas, tercatat bahwa kenaikan rata-rata pengeluaran perkapita per bulan penduduk kelompok 40 persen terbawah dan 40 persen menengah meningkat lebih cepat dibanding penduduk kelompok 20 persen teratas.

Kenaikan rata-rata pengeluaran per kapita Maret 2017-Maret 2018 untuk kelompok penduduk 40 persen terbawah, 40 persen menengah, dan 20 persen teratas berturut-turut adalah sebesar 5,80 persen, 2,15 persen, dan 1,23 persen.

Kemudian menguatnya perekonomian penduduk kelas menengah (kelompok 40 persen menengah) tidak terlepas sebagai dampak dari pembangunan infrastruktur dan lebih kondusifnya pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Selanjutnya kenaikan pengeluaran kelompok bawah yang merefleksikan peningkatan pendapatan kelompok penduduk bawah tidak lepas dari upaya pembangunan infrastruktur padat karya, dan beragam skema perlindungan dan bantuan sosial di bidang pendidikan, kesehatan, dan kesejahteraan lainnya yang dijalankan oleh pemerintah. CAL

Silakan komentar disini...