Setelah Jakarta, WPB Dideklarasikan di Palu

227
WhatsApp Image 2018-07-21 at 15.06.37
SEJUMLAH aktivis perempuan di Kota Palu mendeklarasikan kelompok Warga Perempuan Bergerak Sulawesi Tengah yang berlangsung di salah satu warung kopi Jalan Masjid Raya, Jumat (21/7/2018). FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Sejumlah aktivis perempuan di Kota Palu  mendeklarasikan kelompok Warga Perempuan Bergerak (WPB) Sulawesi Tengah (Sulteng) yang berlangsung di salah satu warung kopi Jalan Masjid Raya, Jumat (21/7/2018).

WPB bukan saja dibentuk di Palu, tetapi juga di daerah lain seperti di Jakarta yang telah dideklarasikan pada 3 Juli 2018.

Daerah lain di Indonesia juga sedang menyiapkan pembentukannya.

Para inisiator WPB Sulteng memilih hari Jumat untuk mendeklarasikan WPB karena menyesuaikan kesiapan waktu para deklator.

Pada kesempatan itu, Arti Kaili Wati, Koordinator WPB Sulteng, menyampaikan bahwa WPB berangkat dari rasa prihatin makin mendalam atas situasi bangsa saat ini seakan-akan dikepung oleh masalah yang timbul dari isu radikalisme, intoleransi, dan insiden terorisme.

“Generasi muda bangsa Indonesia di seluruh daerah paling rentan terpangaruh oleh isu-isu asosial yang kian marak akhir-akhir ini,” tutur mantan Anggota DPRD Kabupaten Donggala itu.

Soraya Sultan, Sekjen Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan Sulteng selaku Humas WPB mengatakan, keresahan dan ketidaknyamanan dalam masyarakat yang mengancam keamanan warga, memecah belah komunitas, memicu kebencian dan prasangka terhadap kaum minoritas dan menciptakan ketidakharmonisan antar komunikas, antar keluarga, bahkan hubungan antara sesama anggota keluarga, juga dipicu oleh berbagai informasi seputar isu radikalisme, intoleransi, dan penyebaran kebencian yang banyak bersumber dari berita yang dibuat-buat atau hoax

“Ini harus direspons serius,” kata aktivis perempuan yang akrab dipanggil Aya ini.

Pada kesempatan yang sama, Eva Bande yang dikenal luas sebagai aktivis pembela HAM menegaskan, perempuan harus mengambil posisi dan peran strategis untuk menyikapi keprihatinan itu dengan langkah-langkah konkret, yang dimulai dengan mengorganisir seluruh potensi dan sumber daya perempuan Sulawesi Tengah.

Sehingga katanya, menjadi satu kekuatan yang kokoh agar bisa memiliki posisi tawar dengan para pemegang kendali kuasa di berbagai arena pengambilan keputusan, di daerah hingga di pusat. CAL

Silakan komentar disini...