Komisi IX: BPJS Kesehatan Jika Tak Sanggup Bisa Lambaikan Tangan!

146
bpjs
DIRUT BPJS Kesehatan, Fahmi Idris, dalam Rapat Dengar Pendapat di DPR RI Senin (17/9/2018). FOTO: LAMHOT ARITONANG

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Ketua Komisi IX DPR RI Dede Yusuf mempertanyakan kesanggupan BPJS Kesehatan dalam mengatasi defisit anggaran yang dialaminya.

Dede pun meminta BPJS Kesehatan untuk melambaikan tangan jika tak sanggup mengatasi defisit tersebut.

“Apakah BPJS sanggup nggak menghandle ini? Kalau tidak sanggup bisa melambaikan tangan,” ujar Dede saat memimpin rapat di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (19/7/2018).

Hal itu, sontak membuat kelompok masyarakat pasien BPJS yang memenuhi balkon ruang rapat IX bertepuk tangan.

Hal itu disampaikan Dede mengingat berdasarkan informasi dari BPJS Kesehatan, defisit anggaran di badannya lebih dari Rp 16 triliun.

Dede pun mempertanyakan kesanggupan untuk dapat menyelesaikan defisit anggaran tersebut.

“Program BPJS Kesehatan ini ibarat mobil Mercy tetapi menggunakan bahan bakar premium, sehingga jalannya ndut-ndutan,” kata Dede.

Menanggapi pernyataan Dede tentang angka defisit yang dialami BPJS Kesehatan, Wakil Menteri Meuangan Mardiasmo mengoreksi total defisit anggaran yang dialami BPJS Kesehatan.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) menemukan defisit yang terjadi mencapai Rp 10,98 triliun.

“Itu belum termasuk bauran kebijakan. Setelah ada koreksi Rp5,6 triliun, defisit BPJS Kesehatan menjadi Rp 10,98 triliun,” jelasnya.

Menanggapi penjelasan tersebut, Dede pun mengapresiasi upaya yang dilakukan pemerintah dalam mengatasi defisit BPJS Kesehatan.

“Koreksi Rp 5,6 triliun itu tidak sedikit,” kata Dede.

Rapat gabungan ini, juga dihadiri Menteri Kesehatan Nila Moeloek, Wamenkeu Mardiasmo. Selain itu hadir juga Dirut BPJS Kesehatan Fachmi Idris, dan Ketua DJSN Sigit Priohutomo.

(sumber; detik.com)

Silakan komentar disini...