ACT Siap Kembali Salurkan 1.000 Ton Bantuan ke Korban Gempa Sulteng

408
WhatsApp Image 2018-10-21 at 16.43.17
AKTVITAS bongkar muat bantuan logistik di Kapal Kemanusiaan Aksi Cepat Tanggap di Pelabuhan Pantaloan, Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (21/10/2018) sore. FOTO: ICHAL

SultengTerkini.Com, PALU– Tiga pekan sudah pascagempa bumi diiringi tsunami menghantam Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala, Sulawesi Tengah. Fenomena likuifaksi juga terjadi di beberapa titik yang mengakibatkan ratusan orang masih dinyatakan hilang.

Selain itu, puluhan ribu penyintas masih bertahan di tenda pengungsian, mereka belum kembali pada kehidupan normal.

Guna memenuhi kebutuhan penyintas, Aksi Cepat Tanggap (ACT) kembali melabuhkan jangkar Kapal Kemanusiaan di Pelabuhan Pantaloan, Palu.

Setelah sebelumnya Kapal Kemanusiaan pertama selesai berlayar dari Surabaya pada Sabtu (13/10) lalu, kini bantuan lewat jalur laut hadir dari Ibu Kota Jakarta.

“Kapal dilepas dari Tanjung Priok Jakarta pada 15 Oktober lalu dan telah tiba dengan membawa bantuan untuk korban gempa-tsunami dan alhamdulillah tiba Ahad dini hari tadi,” jelas Director of Disaster & Community Development Program Sri Eddy Kuncoro, Ahad (21/10/2018).

Menggunakan Kapal Motor Penumpang Drajat Paciran, bantuan berupa makanan siap santap tiba di Palu.

Tak hanya itu, disertakan juga ratusan paket kebutuhan anak-anak seperti pakaian, diaper dan makanan bayi.

Ada juga beras dan obat-obatan yang akan mendukung untuk segera proses pemulihan pascabencana.

Total berat bantuan yang didaratkan di pelabuhan dan segera masuk gudang ACT yang berada di dalam kompleks Pantoloan mencapai 1.000 ton.

Bantuan ini berasal dari berbagai donatur dan lembaga. Sebelum dimuat dalam kapal, semua barang dikumpulkan di Indonesia Humanitarian Center (IHC)-ACT yang terletak di Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Dari gudang, nantinya bantuan ini didistribusikan ke semua posko wilayah ACT yang sampai saat ini sudah mencapai 12 posko dan satu posko induk juga kantor cabang Sulteng.

“Dari posko wilayah akan diberikan kepada pengungsi,” tambah Sri Eddy Kuncoro yang akrab disapa Ikun.

WhatsApp Image 2018-10-21 at 16.44.02
PULUHAN tim relawan ACT yang tiba di Pelabuhan Pantoloan, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Ahad (21/10/2018). FOTO: ICHAL

Selain bantuan logistik, didatangkan juga tim dari Masyarakat Relawan Indonesia (MRI) sebanyak 82 orang.

Satu buah food truck turut berlayar menuju ibu kota Sulteng ini. Kendaraan truk besar ini nantinya melayani masyarakat untuk kebutuhan makanan siap santap.

Sebelumnya pihak ACT juga telah menempatkan sebanyak 513 orang relawan yang tersebar di tiga wilayah terdampak bencana.

Ia mengatakan, jumlah itu belum termasuk relawan lokal seperti ibu-ibu yang membantu ACT memasak di dapur umum dan pemuda-pemuda dalam mendistribusikan bantuan logistik ke para pengungsi.

Menurutnya, pihak ACT pada gelombang pertama telah menerjunkan tim relawan sejak hari pertama pascagempa di Sulteng.

“Sampai kapan, sampai pekerjaan kami tuntas,” tuturnya.

Untuk diketahui, bantuan logistik ACT yang tiba di Pelabuhan Pantoloan pada Ahad dini hari itu merupakan yang kedua kalinya setelah sebelumnya pada pekan lalu sebanyak 1.000 ton juga tiba dan didistribusikan ke para korban gempa. CAL

Silakan komentar disini...
loading...