Polres Sigi Tangkap Napi Lapas Petobo yang Kabur, Sita Sabu-sabu dan Senjata Rakitan

34
WhatsApp Image 2019-06-08 at 11.17.29
APARAT Reserse Narkoba Polres Sigi di Sulawesi Tengah meringkus tiga pengedar narkotika jenis sabu-sabu di wilayahnya. FOTO: IST

SultengTerkini.Com, SIGI– Aparat Reserse Narkoba Polres Sigi di Sulawesi Tengah meringkus tiga pengedar narkotika jenis sabu-sabu di wilayahnya.

Satu dari ketiga pengedar sabu-sabu itu diketahui adalah narapidana (napi) Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Petobo, Kecamatan Palu Selatan, Kota Palu yang kabur saat gempa dahsyat 28 September 2018 lalu.

Kapolres Sigi AKBP Wawan Sumantri mengatakan, ketiga pengedar sabu-sabu itu masing-masing bernama Asep Gunawan alias Asep, Muhajier Mendy alias Ajir dan Jefri alias Uje.

Dari hasil penggeledahan terhadap tersangka Asep didapatkan barang bukti berupa 24 paket dalam plastik bening yang diduga sabu-sabu seberat bruto 4,54 gram, uang Rp 60 ribu, seperangkat alat isap sabu atau bong dan sebuah tempat rokok gudang garam terbuat dari kaleng.

Sementara dari tangan tersangka Ajir disita 19 paket dalam plastik bening yang diduga sabu-sabu seberat bruto 16,33 gram, sebuah bong, uang Rp 4.040.000, dua unit telepon genggam, sebuah senjata rakitan dan sebuah senjata air softgun.

Sedangkan tersangka Uje disita barang bukti sembilan paket diduga sabu-sabu, 22 plastik bening kosong, sebuah bong, delapan macis gas, sebuah tempat rokok gudang garam terbuat dari kaleng, sebuah timbangan digital warna hitam, dan tiga telepon genggam.
“Satu dari tersangka itu yakni Ajir adalah narapidana yang kabur dari Lapas Petobo saat gempa 28 September 2018 lalu. Ajir adalah terpidana kasus sabu-sabu yang telah divonis pengadilan enam tahun penjara,” kata Kapolres Wawan Sumantri.

Ketiga tersangka sabu-sabu itu diringkus dalam waktu dan tempat yang terpisah.

Kini ketiganya harus meringkuk di penjara Mapolres Sigi untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Mereka dijerat Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Khusus tersangka Ajir ditambahkan pasal dalam Undang-Undang Darurat atas kepemilikan senjata rakitan. “Kasusnya masih dalam pengembangan,” tegas orang pertama di Polres Sigi itu. HAL

Silakan komentar disini...
loading...