Sejumlah Perairan Indonesia Berpotensi Gelombang Tinggi, Termasuk Sulteng

84
5cdbe86f57a231557915759-waspadai
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, JAKARTA– Pihak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berpotensi terjadi di sejumlah wilayah perairan Indonesia dalam beberapa hari ke depan (21-24 Juni 2019).

Dalam keterangan resmi BMKG, Jumat (21/6/2019), peningkatan gelombang tinggi terjadi menyusul adanya pola sirkulasi angin di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias dan pusat tekanan rendah 1008 hPa di Samudera Pasifik utara Papua.

Pola angin di wilayah utara ekuator umumnya dari selatan-barat dengan kecepatan 4-25 knot, sedangkan di wilayah selatan ekuator umumnya dari timur-selatan dengan kecepatan 4-25 knot.

Kecepatan angin tertinggi terpantau di Perairan Kepulauan Mentawai, Laut Natuna Utara, Perairan Kepulauan Letti hingga Tanimbar, Perairan Kepulauan Kei-Aru, Laut Banda bagian selatan dan Laut Arafuru.

Kondisi ini mengakibatkan peningkatan tinggi gelombang di sekitar wilayah tersebut.

Dari hasil pantauan BMKG, terdapat peningkatan gelombang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpeluang terjadi di beberapa perairan seperti Perairan Timur P Simeulue dan Kepulauan Mentawai, Selat Sape bagian selatan, Selat Sumba dan Selat Ombai, Laut Sawu bagian utara, Perairan Kepulauan Anambas, Laut Jawa dan Selat Karimata, Perairan Utara Jawa Timur hingga Kepulauan Kangean, Perairan Selatan Kalimantan, Perairan Kotabaru, Laut Sumbawa dan Laut Bali.

Kemudian, Selat Makassar bagian tengah hingga selatan, Perairan Kepulauan Selayar-abalana, Teluk Bone dan Teluk Tolo, Perairan Kepulauan Bau Bau-Wakatobi, Perairan Manui-Kendari, Perairan selatan Kepulauan Banggai, Sulawesi Tengah-Sula, Laut Flores dan Laut Seram, Perairan Selatan Ambon, Laut Banda bagian utara dan selatan, Perairan Kepulauan Letti-Sermata.

Selanjutnya, Perairan Utara Kepulauan Kei hingga Aru, Perairan Fak Fak-Kaimana, Perairan Amamapere-Agats, Perairan Kalimantan Utara, Laut Sulawesi bagian barat, Perairan Kepulauan Sangihe-Talaud.

Perairan Timur Bitung, Perairan selatan Sulawesi Utara, Laut Maluku dan Laut Halmahera, Perairan Kepulauan Halmahera, Perairan Raja Ampat-Sorong, serta Samudera Pasifik utara Halmahera hingga Papua.

Beberapa perairan Indonesia lainnya juga berpotensi mengalami gelombang yang lebih tinggi dengan kisaran 2,5 hingga 4 meter.

Wilayah tersebut adalah Selat Malaka bagian utara, Perairan Utara Sabang, Perairan Barat Aceh hingga Kepulauan Mentawai, Perairan Bengkulu-P Enggano, Perairan Barat Lampung, Samudera Hindia barat Aceh hingga Lampung.

Selat Sunda bagian selatan, Perairan Selatan Jawa hingga Sumbawa, Selat Bali-Lombok-Alas bagian selatan, Perairan Selatan P Sumba hingga P Suwa, Perairan Selatan P Rotte-Kupang, Laut Sawu bagian selatan, Laut Timor selatan NTT.

Samudera Hindia selatan Jawa hingga NTT, Laut Natuna Utara dan Laut Natuna, Perairan Kepulauan Natuna, Laut Banda timur Sulawesi Tenggara, Perairan Selatan Kepulauan Babar hingga Tanimbar, Perairan Selatan Kepulauan Kei hingga Aru, dan Laut Arafuru.

Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran.

Untuk itu, BMKG selalu mengimbau pada masyarakat terutama nelayan yang beraktivitas dengan moda transportasi seperti perahu nelayan (kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1.25 m), kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1.5 m).

Kapal feri (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2.5 meter), dan kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4.0 m) untuk selalu waspada. CAL

Silakan komentar disini...
loading...