Tragis! Ayah dan Anak di Parigi Ditemukan Tewas Digorok

42
Ilustrasi_pembunuhan_ist
ILUSTRASI

SultengTerkini.Com, PARIGI– Warga Kabupaten Parigi Moutong (Parimo) di Sulawesi Tengah geger lantaran dua warga di Dusun Tokasa, Desa Tanah Lanto, Kecamatan Torue ditemukan tewas dalam kondisi leher digorok.

Informasi yang berhasil dihimpun SultengTerkini.Com menyebutkan, kedua korban pembunuhan yang merupakan ayah dan anak itu diketahui bernama Tamar (49) dan Patmar (27).

Kedua korban itu ditemukan oleh warga pada Selasa (25/6/2019) sekira pukul 07.05 Wita di kebun miliknya yang berjarak sekira 10 kilometer dari pemukiman padat di Dusun Tokasa, Desa Tanalanto.

Saat itu kedua korban berangkat ke kebun miliknya pada Senin (24/6/2019) pagi untuk beraktivitas seperti biasanya.

Namun pada malamnya sekira pukul 20.00 Wita kedua korban belum juga kembali dari kebun miliknya.

Kekhawatiran dari pihak keluarganya pun muncul dan kemudian menelepon korban, namun tidak terjawab.

Awalnya warga bersama aparat desa setempat berencana mencari kedua korban ke kebunnya pada Senin malam, tetapi batal lantaran cuaca tidak mendukung. Proses pencarian pun akhirnya dilakukan pada Selasa pagi.

Setelah dilakukan pencarian, kedua korban pun akhirnya berhasil ditemukan oleh warga dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad kedua korban ditemukan sekira 10 meter dari pondok kebunnya dalam keadaan leher hampir putus.

Aparat gabungan TNI dan Polri dibantu warga telah berhasil mengevakuasi jenazah kedua korban ke rumah duka di Dusun Tokasa untuk selanjutnya dimakamkan.

Kabid Humas Polda Sulteng AKBP Didik Supranoto yang dikonfirmasi melalui telepon genggamnya membenarkan peristiwa tersebut.

Ia mengaku belum bisa memberikan keterangan lengkap karena masih menunggu data dari kepolisian Parimo.

Kabid Didik mengatakan, polisi masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku kasus pembunuhan tersebut.

“Untuk korban meninggal ada dua orang, sementara pelakunya belum diketahui karena informasinya masih belum lengkap, masih menunggu dari Polres Parimo,” tutur Didik Supranoto. HAL

Silakan komentar disini...
loading...